<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Digital Boedaja &#187; These Days</title>
	<atom:link href="http://ryananiestyo.com/?cat=3&#038;feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ryananiestyo.com</link>
	<description>Like sands through the hourglass. So are the Days of Our Lives</description>
	<lastBuildDate>Tue, 21 Apr 2015 04:35:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=4.1.41</generator>
	<item>
		<title>I Love The Way You Lie</title>
		<link>http://ryananiestyo.com/?p=281</link>
		<comments>http://ryananiestyo.com/?p=281#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Apr 2014 10:27:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[ryan]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[These Days]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.digitalboedaja.com/?p=281</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Tahukan anda, mengapa sampai hari ini banyak sekali kebohongan2 dimana2? Sebabnya hanya satu. Karena manusia tidak ada yg suka dibohongi..&#8221; Pemirsa Blog yg Budiman.. Bertepatan dengan tanggal 1 April, yg diyakini adalah hari dimana kita boleh ngerjain orang -termasuk berbohong- tanpa khawatir akan mendapat resiko kemarahan korban, gw pengen menulis sesuatu yg akhir2 ini sering [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://www.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2014/04/liar.jpg"><img class="aligncenter wp-image-282 size-medium" src="http://blog.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2014/04/liar-300x225.jpg" alt="Liar" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><em>&#8220;Tahukan anda, mengapa sampai hari ini banyak sekali kebohongan2 dimana2? Sebabnya hanya satu. Karena manusia tidak ada yg suka dibohongi..&#8221;</em></p>
<p>Pemirsa Blog yg Budiman..</p>
<p>Bertepatan dengan tanggal 1 April, yg diyakini adalah hari dimana kita boleh ngerjain orang -termasuk berbohong- tanpa khawatir akan mendapat resiko kemarahan korban, gw pengen menulis sesuatu yg akhir2 ini sering gw jumpai. Yaitu kebohongan. Gerah juga lama2 melihat kebohongan dimana2. Apalagi sekarang masa kampanye pemilu legislatif. Masa dimana disetiap sudut negara ini yg kita jumpai hanya ada 2, kalau tidak kebohongan, ya omong kosong. Gw lihat ini dimana2. Terutama di dalam hidup gw. Yg bikin nyesek adalah ini dilakukan orang yg dekat bagi gw sendiri.</p>
<p><span id="more-281"></span>Berbohong adalah dosa. Dosa berarti terancam masuk ke neraka. Begitulah yg selama ini diajarkan orang tua, guru, dan semua orang di dunia ini. Namun sepertinya hal itu percuma. Mungkin tidak ada yg pernah menyadari seberapa sering kita berbohong setiap harinya. Apakah kita tidak takut neraka? Tentu saja takut. Lalu kenapa kebohongan selalu dilakukan?</p>
<p>Orang-orang berbohong untuk membela diri, mempertahankan eksistensinya, menghindari dampak yang lebih besar, dan alasan lainnya yang semata-mata untuk kepentingan pribadinya. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), bohong adalah tidak sesuai dengan hal (keadaan dsb) yang sebenarnya.  Bohong tidak hanya melalui perkataan dan tindakan, bahkan pikiran dan perasaan pun bisa berbohong. Konteks bohong pun tidak hanya kepada orang lain saja, bahkan sering kita dengar istilah membohongi diri sendiri.</p>
<p>Kemudian ada juga bohong putih. Apakah itu bohong putih? Kata orang sih bohong putih itu berbohong untuk kebaikan. Untuk menghindari kerusakan yg lebih besar jika berkata jujur, maka dari itu orang lebih memilih untuk berbohong.</p>
<p>Demi menghindari dampak negatif yang lebih besar. Tapi haruskah kita berbohong? Apakah dengan bohong putih tidak akan menimbulkan dampak berkelanjutan yang dapat menimbulkan dampak yang lebih besar lagi dari ‘cari aman’ dalam bohong putih itu sendiri? Demi menyenangkan perasaan orang lain? Menyenangkan dengan membohongi? Apakah orang yang dibohongi akan menjadi senang kalau ternyata yang menyenangkan hatinya adalah sebuah kebohongan?Akankah hitam berdamai dengan putih dan menjadikannya abu-abu? Atau haruskah putih menjadi bungkus dalam hitamnya kebohongan? Terlepas dari dosa atau tidak dan alasan penghalalan bohong putih untuk kebaikan, yang jelas bohong untuk apapun itu alasannya merupakan sebuah kebohongan. Entah itu tujuan dan maksud yang ada didalamnya. Bohong adalah bohong.</p>
<p>Gw sendiri punya prinsip yg cukup aneh menurut kebanyakan orang. Gw mau dibohongi. Gw rela dibohongi. Gw maafkan si pembohong bahkan sesaat sebelum dia berbohong, gw sudah maafkan dia. Gw doakan agar Tuhan tidak meluncurkan dosa kepadanya. Gw doakan agar ancaman neraka dijauhkan darinya. Ya, silakan berbohong. Baik itu bohong putih atau bohong hitam. Syaratnya hanya satu. Jangan sampai gw tau sampai gw mati. Karena jika gw tau sebelum gw mati, gw pasti akan marah dan akan membuat perhitungan. Bahkan jika masalah itu sudah lama sekali pun.</p>
<p>Ya, syaratnya hanya itu. Tolong jaga kebohongan itu sampai gw mati. Bukan sampai si pembohong mati. Karena jika si pembohong sudah mati duluan daripada gw, dan suatu hari nanti gw tau gw udah dibohongi, gw tetap akan marah kepada si pembohong yg sudah mati itu. Marah kepada orang mati? Why not?</p>
<p>Mungkin terdengar sederhana. Tapi ternyata tidak sesederhana itu. Terlalu banyak yg gagal berbohong sama gw.</p>
<p>Sebentar. Gw hanya bilang &#8220;banyak&#8221;. Gw ga bilang &#8220;lebih banyak yg gagal daripada yg berhasil&#8221; ya. Gw ga tau yg berhasil membohongi gw tanpa ketauan sampai hari ini berapa orang. Bisa jadi lebih banyak daripada yg gagal. Tapi secara jumlah, yg gagal membohongi gw, udah terlalu banyak. Padahal syarat yg gw minta hanya satu itu. Ga lebih.</p>
<p>Daripada harus bohong, gw lebih menghargai jawaban &#8220;maaf itu rahasia&#8221;, atau &#8220;maaf gw ga bisa bilang&#8221;. Itu lebih bisa gw terima daripada orang lain harus berusaha mengarang indah yg ternyata hanya akan menjadi karangan sampah bagi gw saat gw tau sebenarnya.</p>
<p>Pemirsa, tahukan anda, mengapa sampai hari ini banyak sekali kebohongan2 dimana2? Sebabnya hanya satu. Karena manusia tidak ada yg suka dibohongi. Lalu bagaimana supaya tidak ada lagi kebohongan di dunia ini? Mudah. <span style="text-decoration: underline;">Semua orang jangan merasa tidak suka dibohongi. Tapi semua orang harus punya perasaan tidak suka membohongi..</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>NB: untukmu. aku tau kamu bohong..</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryananiestyo.com/?feed=rss2&#038;p=281</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lima Belas Hari Lagi April</title>
		<link>http://ryananiestyo.com/?p=301</link>
		<comments>http://ryananiestyo.com/?p=301#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Mar 2014 12:39:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[ryan]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[These Days]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.digitalboedaja.com/?p=301</guid>
		<description><![CDATA[Mengapa kau membantingku? Padahal aku adalah kaca. Pecahanku bisa melukaimu. Tapi terlambat. Sudah berkeping-keping. Aku tak tau apakah kamu terluka atau tidak. Kamu bilang kamu terluka. Tapi aku tidak melihat goresan apapun. Dan juga aku terlalu sibuk mengumpulkan kepingan-kepingan tubuh ku sendiri. Siang itu terik nya matahari membuatku lupa untuk berfikir jernih. Aku, lupa bahwa [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://blog.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2014/04/April.jpg"><img class=" size-medium wp-image-302 aligncenter" src="http://blog.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2014/04/April-300x200.jpg" alt="April" width="300" height="200" /></a></p>
<p>Mengapa kau membantingku? Padahal aku adalah kaca. Pecahanku bisa melukaimu. Tapi terlambat. Sudah berkeping-keping. Aku tak tau apakah kamu terluka atau tidak. Kamu bilang kamu terluka. Tapi aku tidak melihat goresan apapun. Dan juga aku terlalu sibuk mengumpulkan kepingan-kepingan tubuh ku sendiri. Siang itu terik nya matahari membuatku lupa untuk berfikir jernih. Aku, lupa bahwa lima belas hari lagi April. Ingatkah kamu?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryananiestyo.com/?feed=rss2&#038;p=301</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aku Marah</title>
		<link>http://ryananiestyo.com/?p=265</link>
		<comments>http://ryananiestyo.com/?p=265#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Mar 2014 02:59:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[ryan]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[These Days]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.digitalboedaja.com/?p=265</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Diri yg sedang marah adalah diri yg sedang kalah melawan realitas yg dihadapi. Marah adalah reaksi saat diri kehilangan ketegasan dan ketenangan saat menghadapi hidup&#8230;&#8221; &#160; Pemirsa Blog yg Budiman Foto di atas adalah foto salah satu halaman sebuah buku yg gw ambil gambarnya. Saat itu gw sedang marah. Suntuk berat. Kemudian gw jalan2 ke [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://www.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2014/04/marah.jpe"><img class="aligncenter wp-image-266 size-medium" src="http://blog.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2014/04/marah-300x300.jpe" alt="marah" width="300" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><em>&#8220;Diri yg sedang marah adalah diri yg sedang kalah melawan realitas yg dihadapi. Marah adalah reaksi saat diri kehilangan ketegasan dan ketenangan saat menghadapi hidup&#8230;&#8221;</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pemirsa Blog yg Budiman</p>
<p>Foto di atas adalah foto salah satu halaman sebuah buku yg gw ambil gambarnya. Saat itu gw sedang marah. Suntuk berat. Kemudian gw jalan2 ke pusat perbelanjaan dan masuk ke sebuah toko buku. Berharap ada buku menarik yg bisa mengalihkan rasa ini. Tiba2 tumpukan buku tersebut ada tepat di hadapan gw di depan pintu masuk. Entah kenapa seolah2 Tuhan tau gw sedang marah. Ralat. Tuhan memang tau. Pasti tau.</p>
<p>Marah itu sangat mudah. Tidak perlu belajar, apalagi kursus atau sekolah. Tidak perlu keahlian khusus untuk marah. Bahkan bayi pun bisa marah. Hewan pun bisa marah. Singkatnya, semua yg bernyawa bisa marah. Marah adalah sesuatu yang wajar. Diri yg sedang marah adalah diri yg sedang kalah melawan realitas yg dihadapi. Marah adalah reaksi saat diri kehilangan ketegasan dan ketenangan saat menghadapi hidup.</p>
<p><span id="more-265"></span>Perlu latihan seumur hidup untuk mengatasi rasa marah dengan baik dan benar.</p>
<p>Saat diri sedang marah, biasanya orang akan sulit berkonsentrasi dalam bekerja, belajar, atau pun melakukan kegiatan lain. Marah mencegah kita untuk berpikir jernih. Emosi marah akan menanggapi segala sesuatu dengan pikiran ego, sehingga berpotensi memperumit persoalan dan membuat situasi menjadi lebih buruk.</p>
<p>Menanggapi rasa marah dengan meledak2 bukan lah suatu tindakann yg baik. Akan memperkeruh suasana. Menyimpan rapat2 rasa marah dalam2 juga bukan tindakan yg tepat. Jika dilakukan secara terus menerus akan menimbulkan penyakit psikologi, yang tentu saja akan mempengaruhi kesehatan fisik.</p>
<p>Lalu bagaimana cara menghadapi rasa marah dengan tepat?</p>
<p>Jangan tanya gw. Gw juga ga tau. Selama ini gw bisa dibilang selalu gagal. Gw ga pernah bisa mengambil sikap ditengah2 antara bersikap reaktif emosional ataupun memendam dalam2 rasa marah ini. Yg gw tau, gw ga pernah boleh mengambil keputusan apapun saat gw marah. Apalagi keputusan yg sifatnya permanen. Karena marah adalah sesuatu yg sifatnya sementara. Tidak ada orang yg sanggup marah-marah dalam jangka waktu yg lama. Jangan pernah mengambil keputusan yg sifatnya permanen ketika sedang merasakan sesuatu yg sifatnya sementara.</p>
<p>Benar Pemirsa.. gw sedang marah.<em>.</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryananiestyo.com/?feed=rss2&#038;p=265</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tahap-Tahap Patah Hati</title>
		<link>http://ryananiestyo.com/?p=251</link>
		<comments>http://ryananiestyo.com/?p=251#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Mar 2014 03:52:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[ryan]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[These Days]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.digitalboedaja.com/?p=251</guid>
		<description><![CDATA[Pemirsa Blog yg Budiman.. Boleh lah sekali-sekali posting galau kaya gini. Kami selaku redaksi blog ini minta maaf jika membawa cuaca mendung di hati anda semua gara-gara postingan ini.. Postingan ini ditulis saat kami sedang galau pemirsa. Tapi bukan berarti ini cerita based on trues story kisah kami yah. Cuma berusaha memfasilitasi perasaan pemirsa saja, [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" alt="" src="http://deadmansbones.files.wordpress.com/2010/06/20060408rainonwindow.jpg" width="350" height="262" /></p>
<p>Pemirsa Blog yg Budiman..</p>
<p>Boleh lah sekali-sekali posting galau kaya gini. Kami selaku redaksi blog ini minta maaf jika membawa cuaca mendung di hati anda semua gara-gara postingan ini.. Postingan ini ditulis saat kami sedang galau pemirsa. Tapi bukan berarti ini cerita based on trues story kisah kami yah. Cuma berusaha memfasilitasi perasaan pemirsa saja, yg kami yakin ada lah yg mengalami kaya gini. Hehe</p>
<p><span id="more-251"></span></p>
<p>Baiklah pemirsa silakan meneruskan membaca sambil mendengarkan lagu ini biar sedikit lebih afdol..</p>
<p><iframe src="https://w.soundcloud.com/player/?url=https%3A//api.soundcloud.com/tracks/69422276&amp;color=ff5500&amp;auto_play=false&amp;hide_related=false&amp;show_artwork=true" height="166" width="100%" frameborder="no" scrolling="no"></iframe></p>
<p>Baiklah&#8230;</p>
<p>Ini adalah hari dimana kamu merasa seharusnya semua baik2 saja. tapi ternyata tidak. hari ini tidak baik2 saja. sama seperti kemarin, dan kemarin nya lagi. kamu tau ada yg tidak biasa dengan hubungan kamu dengan dia beberapa hari belakangan. semua terasa berbeda. dalam artian buruk. tapi kamu tidak tau harus berbuat apa. bisa jadi karena kamu gengsi untuk bilang. atau bahkan terlalu takut karena tidak ingin semua nya semakin bertambah buruk.</p>
<p>Semua orang pernah mengalami nya. Tak mengapa.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" alt="" src="http://www.daviderasmus.com/wp-content/uploads/2011/11/Causes_of_fatigue_a_man_very_tired_and_in_bed_he_is_checking_cell_phone.jpeg" width="351" height="238" /></p>
<p>Kamu mengecek ponsel, berharap ada notifikasi. Apapun. Dari dia. SMS, missed call, BBM, Whats App, Mention, apapun itu. Ternyata tidak ada apapun. Satu pun. Dan 30 menit kemudian, kamu kembali mengecek ponsel. Hasilnya masih sama. Nihil. Dan begitu seterusnya. kamu berusaha membalas perlakuannya. Berusaha menghilang, berharap dia akan merasa kehilangan dan menghubungi kamu. 10 menit, 30 menit, 45 menit, akhirnya berlalu satu jam. Tapi ternyata salah, ini bahkan belum 10 menit. Mendadak semua berjalan lambat.</p>
<p>Intuisi kamu mulai kamu mengatakan, dia sedang bersama orang lain, dia sudah benar2 &#8216;pergi&#8217;, atau apapun itu. kamu mulai mengecek semua nya. Status2nya di twitter, status2 BBM nya, kapan terakhir online, dan sebagainya. Hal-hal yg biasanya tidak pernah kamu pedulikan. Mendadak kamu menemukan seribu satu jalan menuju patah hati..</p>
<p>Detak jantung tiba2 berdegup lebih kencang dan makin kencang. kamu berharap tidak menemukan apapun yg berarti. kamu berharap dia saat ini sedang sibuk, benar2 sibuk. Ini adalah fase pertama. FASE DENIAL (penyangkalan kenyataan)</p>
<p>Tapi ternyata salah. Semua aktifitasnya seperti biasanya. Dia seperti bukan orang yg sedang kehilangan kamu. Detak jantung yg tadi berdegup sedemikian kencang nya, sekarang mendadak seolah berhenti. kamu menemukan satu.. Dua.. Tiga.. Dan banyak lagi mention dari orang yg sama. Dan yg paling parah, dia membalas semua itu. Tangan kamu mulai dingin. Menjalar perlahan menuju kaki. Ada rasa sakit dan marah yg menggedor dari dalam. kamu mulai memilih lagu yg kamu pikir bisa menenangkan pikiran kamu sendiri. Sayangnya, biasanya itu adalah lagu2 yg sedih. Hati mu terluka semakin parah.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" alt="" src="http://s3.amazonaws.com/rapgenius/Sad-Clown.jpg" width="351" height="231" /></p>
<p>Seperti sudah bisa ditebak, perasaan itu bukan nya pergi, tapi justru semakin menggantung seperti awan mendung. Semua mendadak menjadi kabur. kamu kehilangan konsentrasi untuk melakukan apapun. Tapi kamu tetap berusaha tenang. kamu berusaha untuk tidak terkalahkan. Walaupun dalam hati, kamu tau, kamu kalah. Dan dalam waktu dekat, kamu akan kehilangan dia.</p>
<p>Jangan dilawan. Jangan melawan semua perasaan yg kamu rasakan. Rasakan saja. Take your time. Ini adalah fase kedua, FASE ANGER (kemarahan).</p>
<p>Mendadak malam ini tidur menjadi sesuatu yg sangat sulit dilakukan. Setiap kali kamu memejamkan mata, hanya ada dia dan dia. kamu berharap malam ini sudah akan berlalu sebentar lagi. Tapi lagi2 kamu salah, Ini bahkan belum tengah malam. Malam ini akan menjadi malam terpanjang dalam hidupmu.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" alt="" src="http://www.thirdi.org/~dc/images/long_night.jpg" width="350" height="287" /></p>
<p>Aktifitas stalking masih kamu lanjutkan. Dan rasanya semua makin sakit ketika kamu tau dari twitternya, bahwa sudah selarut ini dia bahkan belum pulang. Masih menghabiskan waktu di luar sana. Entah dengan siapa. Walaupun kamu sebenarnya sudah bisa menebak2nya. Dan kamu tau persis, memang itu yg terjadi. Tapi kamu berusaha mnghibur diri bahwa itu tidak benar. Tapi usahamu gagal. Tidak ada satu hal pun yg bisa menghibur diri mu.</p>
<p>Malam berlalu. Kamu akhirnya memutuskan untuk menemui nya dan mengajaknya berbicara, bertanya, walau kamu tau akan seperti apa jawaban nya, dan dalam hati kamu berharap jawabannya tidak seperti itu. Dalam hati kamu yg terdalam, kamu berharap dia akan meyakinkan kamu bahwa semua perasaan dan dugaan kamu salah. Lagi2 tidak. Semua jawaban ternyata justru mengkonfirmasi semua kecurigaan kamu. Dan kamu sadar, bahwa sebenarnya kamu ga pernah siap mendengar jawaban sebenarnya. Betul, kamu tidak akan pernah siap.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" alt="" src="http://healheartbreak.com/wp-content/uploads/2011/10/couple-breakup.jpg" width="351" height="296" /></p>
<p>Kamu diam sejenak.</p>
<p>Dia akhirnya mengakhiri hubungan ini. Saat itu semua terasa plong. Walaupun kamu tau, itu hanya sesaat. Ujian sesungguhnya baru akan terjadi setelah ini.</p>
<p>Setelah kejadian itu, setiap pagi kamu masih mengecek ponsel kamu, berharap ada ucapan selamat pagi lagi. Permintaan maaf dari nya, atau apapun itu. Lagi2 kamu salah. Nihil. Ponsel kamu mendadak seperti ponsel mati, tidak ada aktifitas seperti biasanya yg penuh pesan2 dari dia. Kursi di sebelah kursi pengemudi mobil kamu mendadak kosong. kamu bahkan masih ingat betul pembicaraan terakhir kalian di kursi itu. Setiap sudut kota menjadi musuh terbesar mu. Semua sudut yg kamu lihat dan lewati seakan ada projektor yg sedang menyorotkan film tentang kejadian2 yg pernah kalian lakukan di sana.</p>
<p>Singkatnya, kamu rindu dia. Rindu sekali.</p>
<p>Kemudian kamu mulai memikirkan penawaran demi penawaran untuknya. Kamu mulai berpikir kamu akan datang kepadanya dan berjanji tidak akan mengulangi semua kesalahan kamu dan kebiasaan kebiasaan kamu. Kamu akan menawarkan apakah dia berminat memegang kendali hubungan. Kamu akan menawarkan apapun yg kamu punya untuk dia. Asalkan dia bersedia kembali ke pelukanmu. Ini adalah fase ketiga. FASE BARGAINING (tawar-menawar). Jangan lakukan itu. Tawaran2 itu datang dari perasaanmu. Bukan logikamu. Pada fase ini hanya logika yg boleh kamu dengarkan. Pada tahap ini kamu sebenarnya sadar bahwa itu semua tidak akan berhasil. Tapi memang kenyataan ini rasanya terlalu berat untuk dihadapi. Tidak apa2. Memang berat. Ingat bahwa kamu sudah memenangkan logika kamu. Kamu sudah di track yg benar.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/-j4hlFP43xvY/URyetq8szNI/AAAAAAAARZc/fCkNG8oAEIA/s1600/man.jpg" width="351" height="348" /></p>
<p>Berikutnya kamu akan masuk ke FASE DEPRESSION (depresi). Kamu mulai berlama2 berdiri di bawah shower kamar mandi. Kamu mulai banyak melamun. Semua makanan akan terasa pahit di lidahmu. Bahkan kamu mungkin mulai merokok. Satu hal yg sebelumnya tidak pernah kamu lakukan. Kamu akan mulai bertanya2 &#8220;Kalau aku bukan untuk dia, kenapa aku dipertemukan dengan dia?&#8221; Mungkin jawabannya tidak akan kamu temukan sekarang, tapi nanti. Atau mungkin tidak akan pernah. Tidak mengapa. Itu tidak penting. Kamu mulai berpikir untuk memasukkan orang lain ke dalam hidupmu untuk menggantikan dia. Jangan. Karena hanya akan menghasilkan luka baru. Nikmati saja fase ini.</p>
<p>Berikutnya kamu akan masuk FASE ACCEPTANCE (penerimaan). Fase dimana kamu mulai bisa tersenyum. Kamu mulai menghabiskan makanan favoritmu. Kamu mulai jalan bersama teman2 kamu yg sudah lama tidak kamu sapa. Kapan? Mungkin segera. Mungkin masih lama. Tergantung pengalaman kamu selama ini. Semakin banyak kamu mengalami patah hati, makin cepat kamu meraih fase ini. Ingat bahwa luka yg kamu rasakan akan menempa diri kamu supaya lebih kuat. Termasuk luka yg sekarang. Ini tidak sia2. Ini akan menjadi modal supaya kamu lebih kuat besok. Tapi jangan buru2. Semua tergantung waktu. Hanya waktu yg bisa mengobati semuanya. Mungkin kamu masih sedikit2 akan bolak-balik meyakinkan diri bahwa ini memang sudah berakhir dan kita harus move on, tapi kita tahu bahwa kita sudah berada di jalan yang benar. Deal with it.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" alt="" src="http://i586.photobucket.com/albums/ss310/Annalise28/Gifs/KlaineSadSmile.gif" width="351" height="162" /></p>
<p>Dan di saat kamu sudah melalui kelima fase tersebut, berbangga lah. Ucapkan selamat pada dirimu sendiri. Kamu adalah orang yg lebih kuat sekarang. Dan seseorang yg lebih baik di ujung jalan sana sudah menantimu.</p>
<p>The End</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryananiestyo.com/?feed=rss2&#038;p=251</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gaga Ga Kuat</title>
		<link>http://ryananiestyo.com/?p=196</link>
		<comments>http://ryananiestyo.com/?p=196#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 May 2012 12:43:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[ryan]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[I'm a Moslem]]></category>
		<category><![CDATA[These Days]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.digitalboedaja.com/?p=196</guid>
		<description><![CDATA[Pemirsa Blog yg Budiman.. Belakangan, di negeri ini ramai sekali dibicarakan, sesosok manusia ganjil yg tidak punya sumbangsih apapun terhadap negeri ini. Namanya Lady Gaga. Rencana konser nya di Indonesia yg sudah matang dan tinggal geber langsung berantakan. Sejumlah ormas Islam mengancam menghentikan konser tersebut dengan paksa jika promotor masih nekad menyelenggarakannya. Ga ketinggalan Departemen [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://www.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2012/05/FPI-Gaga.jpg"><img class="aligncenter wp-image-198 size-medium" title="FPI-Gaga" src="http://blog.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2012/05/FPI-Gaga-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a></p>
<p>Pemirsa Blog yg Budiman..</p>
<p>Belakangan, di negeri ini ramai sekali dibicarakan, sesosok manusia ganjil yg tidak punya sumbangsih apapun terhadap negeri ini. Namanya Lady Gaga. Rencana konser nya di Indonesia yg sudah matang dan tinggal geber langsung berantakan. Sejumlah ormas Islam mengancam menghentikan konser tersebut dengan paksa jika promotor masih nekad menyelenggarakannya. Ga ketinggalan Departemen Agama dan Majelis Ulama Indonesia pun ikut menolak. Bahkan girl band Seven Icon pun jauh2 hari sudah menyatakan tidak kuat membayar mahalnya tiket konser tersebut. Tercermin dari lirik lagu mereka.. &#8220;Gaga ga kuat.. Gaga ga kuat..&#8221;</p>
<p>Banyak kalangan berpendapat, lebih baik bubarkan saja kumpulan orang di Gedung DPR itu, korupsi mereka jauh lebih berbahaya daripada Lady Gaga. Benarkah demikian? Mari kita lihat.</p>
<p><span id="more-196"></span></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2012/05/JambanDPR.jpg"><img class="aligncenter wp-image-199 size-medium" title="JambanDPR" src="http://blog.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2012/05/JambanDPR-300x183.jpg" alt="" width="300" height="183" /></a></p>
<p>Benar, korupsi mereka lebih parah di banding tarian2 Lady Gaga. Tapi kalau memang Gaga tidak lebih parah, apa iya lantas penampilan dan tarian2 Gaga jadi pantas dan bisa dianggap sopan? Kita sering terjebak dengan jebakan yg ini. Kalau ada suatu kesalahan yg kita permasalahkan, tetapi ternyata ada kesalahan lain yg lebih parah yg kita tidak permasalahkan, maka kesalahan yg tidak lebih parah itu bisa diabaikan. Atau karena ada satu kesalahan berat yg dibiarkan, maka kesalahan2 lain yg lebih ringan bisa diabaikan dulu.</p>
<p>Logika macam apa ini? Sesuatu hal yg salah ya salah. Sesuatu hal yg dilarang ya dilarang. Tidak ada yg relatif.</p>
<p>Oke lah memang korupsi lebih parah daripada tarian2 Gaga. Dan ormas2 itu semua kebanyakan diam terhadap korupsi yg merajalela. Apa benar mereka benar2 diam? Mungkin saja ada suatu rencana matang untuk menghentikan korupsi2 itu. Mungkin saja mereka sudah bergerak, tapi tidak pernah diliput media. Mungkin saja korupsi2 itu benar2 sudah suatu perkara yg sangat pelik sehingga mreka hanya bisa meluruskan kesalahan2 yg selevel Lady Gaga. Berprasangka baik lah.</p>
<p>Sekali lagi, logika seperti itu gw anggap sampah.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2012/05/MUI.jpg"><img class="aligncenter wp-image-201 size-medium" title="MUI" src="http://blog.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2012/05/MUI-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a></p>
<p>Ada lagi yg aneh.</p>
<p>&#8220;Lady Gaga terlalu kecil untuk direspons MUI,&#8221; <a href="http://www.mediaindonesia.com/read/2012/05/05/322362/126/101/Pro-Kontra-Lady-Gaga-MUI-Terlibat-Terlalu-Jauh" target="_blank">kata pengamat sosial politik dari IAIN Sumut Ansari Yamamah</a>. MUI itu Majelis Ulama. Tempat kumpulnya orang2 yg hafal Al Quran, hafal Al Hadits, yg lebih paham daripada kita. Kalau mereka ada kesalahan dalam menafsirkan Al Quran atau Al Hadits ya wajarlah, jangan diolok2. Mereka aja bisa salah, apalagi kita yg ga hafal apa2? Dan mereka menetapkan hukum2 yg belum ada di Al Quran dan Al Hadits, mulai dari perkara sekecil2nya, sampai perkara besar seperti ibadah. Di Al Quran saja dibahas mengenai binatang, mengenai menyusui, mengenai jual beli, dan masih banyak lagi hal2 kecil yg dibahas di Al Quran. Di Al Hadits, bahkan dicatat Rasulullah masuk kamar mandi melangkah menggunakan kaki yg kanan atau yg kiri dulu! Masa iya MUI ga boleh merespon atau membicarakan hal2 kecil lain seperti Lady Gaga? &#8220;Jangan terlibat terlalu dalam. Nanti wibawa MUI bisa jatuh,&#8221; katanya lagi. Non Sense! Kalau MUI membicarakan Lady Gaga saja dianggap menjatuhkan Wibawa, maka kita sama saja menganggap wibawa Allah dan Rasulullah jatuh serendah2nya karena membicarakan hal2 yg jauh lebih kecil lagi.</p>
<p>&#8220;Artis dan tayangan televisi kita juga banyak yang mengajarkan pornografi. Lebih baik itu yang disoroti,&#8221; kata Ansari lagi. Ini kembali ke logika tadi diatas. Kalau artis kita yg mempertontonkan pornografi itu dibiarkan, maka Lady Gaga yg melakukan hal yg sama juga harus dibiarkan? Bukankah seharusnya semuanya harus dihentikan? Koq ini malah harus dibiarkan semua..</p>
<p>Sekali lagi pemirsa, mari kita hati2 terhadap kata2 &#8220;mendingan mana?&#8221;</p>
<p>Logika2 ini sering sekali digunakan oleh kaum liberal untuk menyesatkan kita. Pernah suatu hari saya dihadapkan pada suatu pertanyaan. Lebih baik mana? Berjilbab tapi hati nya jahat, atau tidak berjilbab tapi hatinya baik? Logika saya kontan menjawab lebih baik yg tidak berjilbab. Tapi logika itu diukur menggunakan otak. Sesuatu yg bisa dicerna otak disebut sesuatu yg logis. Berarti sesuatu yg logis itu hanya terbatas pada ukuran otak manusia saja. Sedangkan alam raya ini luasnya luar biasa. Masihkah kita mengandalkan logika semata?</p>
<p>Bonus biar seger pemirsa..</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2012/05/hijab.jpg"><img class="aligncenter wp-image-202 size-medium" title="Hijab" src="http://blog.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2012/05/hijab-300x295.jpg" alt="" width="300" height="295" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryananiestyo.com/?feed=rss2&#038;p=196</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Salah</title>
		<link>http://ryananiestyo.com/?p=109</link>
		<comments>http://ryananiestyo.com/?p=109#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Feb 2012 17:07:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[ryan]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[These Days]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.digitalboedaja.com/?p=109</guid>
		<description><![CDATA[Gw ga sempurna. Gw juga masih melakukan kesalahan. Tapi paling tdk, gw mengakui bahwa yg gw lakuin adalah salah. Dan gw berusaha memperbaikinya. Saat gw minta maaf atau minta dimaklumi, jangan berpikir gw minta dianggap benar. Karena yg benar adalah benar. Yg salah adalah salah.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><em>Gw ga sempurna. Gw juga masih melakukan kesalahan. Tapi paling tdk, gw mengakui bahwa yg gw lakuin adalah salah. Dan gw berusaha memperbaikinya. Saat gw minta maaf atau minta dimaklumi, jangan berpikir gw minta dianggap benar. Karena yg benar adalah benar. Yg salah adalah salah.<br />
</em></p>
<p style="text-align: center;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryananiestyo.com/?feed=rss2&#038;p=109</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
