<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Digital Boedaja &#187; Talks</title>
	<atom:link href="http://ryananiestyo.com/?cat=8&#038;feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ryananiestyo.com</link>
	<description>Like sands through the hourglass. So are the Days of Our Lives</description>
	<lastBuildDate>Tue, 21 Apr 2015 04:35:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=4.1.41</generator>
	<item>
		<title>Inilah Metode #mereka</title>
		<link>http://ryananiestyo.com/?p=213</link>
		<comments>http://ryananiestyo.com/?p=213#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Feb 2013 03:23:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[ryan]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[I'm a Moslem]]></category>
		<category><![CDATA[Talks]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.digitalboedaja.com/?p=213</guid>
		<description><![CDATA[Pemirsa Blog yg budiman.. Setelah lama hiatus, sekarang mulai pengen nulis lagi. So, gw nulis dah. Tapi kali ini masih belum ngisi lagi nyawa nya. Jadi copy-paste tulisan orang dulu ya. Maaf kalo ga menyertakan sumber. Udah lupa dapat darimana. Soalnya waktu itu cuma copy-paste buru2 ke notepad. Tulisan ini mengajak kita semua melihat secara [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://www.digitalboedaja.com/?attachment_id=216" rel="attachment wp-att-216"><img class="aligncenter wp-image-216 size-medium" src="http://blog.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2013/02/timthumb.php_-300x198.jpg" alt="timthumb.php" width="300" height="198" /></a></p>
<p>Pemirsa Blog yg budiman..</p>
<p>Setelah lama hiatus, sekarang mulai pengen nulis lagi. So, gw nulis dah. Tapi kali ini masih belum ngisi lagi nyawa nya. Jadi copy-paste tulisan orang dulu ya. Maaf kalo ga menyertakan sumber. Udah lupa dapat darimana. Soalnya waktu itu cuma copy-paste buru2 ke notepad. Tulisan ini mengajak kita semua melihat secara global, bagaimana dan mengapa suatu nilai bisa bergeser dari dosa, lambat laun dianggap tidak dosa, mengapa sesuatu yg benar lambat laun bergeser menjadi salah (dan sebaliknya). Inilah metode yang mereka, musuh2 Islam, lakukan. Musuh2 Islam seperti kamu Yahudi, kamu liberal, sampai <a title="JIL" href="http://islamlib.com/" target="_blank">Jaringan Islam Liberal (JIL)</a> kalau di dalam negeri. Inilah metode #mereka. Credit to original writer.</p>
<p><span id="more-213"></span></p>
<blockquote>
<p style="padding-left: 30px;"><em>☆ Beginilah Mereka Menghancurkan Akhlaq Kita ☆</em></p>
<p style="padding-left: 30px;"><a href="http://www.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2013/02/bugur.jpg"><img class="aligncenter wp-image-230 size-medium" src="http://blog.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2013/02/bugur-300x257.jpg" alt="bugur" width="300" height="257" /></a></p>
<p style="padding-left: 30px;"><em>☆。★。☆。★</em><br />
<em> Ibu Guru berkerudung rapi tampak bersemangat di depan kelas sedang mendidik murid-muridnya dalam</em><br />
<em> pendidikan Syari&#8217;at Islam. Di tangan kirinya ada kapur, di tangan kanannya ada penghapus. Ibu Guru berkata,</em><br />
<em> &#8220;Saya punya permainan. Caranya begini, di tangan kiri saya ada kapur, di tangan kanan ada penghapus.</em></p>
<p style="padding-left: 30px;"><em>Jika saya angkat kapur ini, maka berserulah &#8220;Kapur!&#8221;,</em><br />
<em> jika saya angkat penghapus ini, maka berserulah &#8220;Penghapus!&#8221;</em><br />
<em> Murid muridnya pun mengerti dan</em><br />
<em> mengikuti. Ibu Guru mengangkat silih berganti antara tangan kanan dan tangan kirinya, kian lama kian cepat.</em></p>
<p style="padding-left: 30px;"><em>Beberapa saat kemudian sang guru kembali berkata,</em><br />
<em> &#8220;Baik sekarang perhatikan. Jika saya angkat kapur, maka berserulah &#8221;Penghapus!&#8221;,</em><br />
<em> jika saya angkat penghapus, maka katakanlah &#8220;Kapur!&#8221;.</em><br />
<em> Dan permainan diulang kembali.</em></p>
<p style="padding-left: 30px;"><a href="http://www.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2013/02/chalk.jpg"><img class="aligncenter wp-image-232 size-medium" src="http://blog.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2013/02/chalk-300x205.jpg" alt="chalk" width="300" height="205" /></a></p>
<p style="padding-left: 30px;"><em>Maka pada mulanya murid-murid itu keliru dan kikuk, dan sangat sukar untuk mengubahnya. Namun lambat</em><br />
<em> laun, mereka sudah biasa dan tidak lagi kikuk. Selang beberapa saat, permainan berhenti. Sang guru tersenyum kepada murid-muridnya.</em></p>
<p style="padding-left: 30px;"><em>&#8220;Anak-anak, begitulah ummat Islam. Awalnya kalian jelas dapat membedakan yang haq itu haq, yang bathil</em><br />
<em> itu bathil. Namun kemudian, musuh musuh ummat Islam berupaya melalui berbagai cara, untuk menukarkan yang haq itu menjadi bathil, dan sebaliknya.</em></p>
<p style="padding-left: 30px;"><em>Pertama-tama mungkin akan sukar bagi kalian menerima hal tersebut, tetapi karena terus disosialisasikan dengan cara-cara menarik oleh mereka, akhirnya lambat laun kalian terbiasa dengan hal</em><br />
<em> itu. Dan kalian mulai dapat mengikutinya.</em></p>
<p style="padding-left: 30px;"><em>Musuh-musuh kalian tidak pernah berhenti membalik dan menukar nilai dan etika.&#8221;</em><br />
<em> &#8220;Keluar berduaan, berkasih-kasihan tidak lagi sesuatu yang pelik, zina tidak lagi jadi persoalan, pakaian seksi menjadi hal yang lumrah, sex sebelum nikah menjadi</em><br />
<em> suatu hiburan dan trend, materialistik kini menjadi suatu gaya hidup, korupsi menjadi kebanggaan dan lain lain.</em><br />
<em> Semuanya sudah terbalik. Dan tanpa disedari, kalian sedikit demi sedikit menerimanya. Paham?&#8221; tanya Guru kepada murid-muridnya. &#8221;Paham Bu Guru&#8221;</em></p>
<p style="padding-left: 30px;"><em>&#8220;Baik permainan kedua,&#8221; Ibu Guru melanjutkan. &#8220;Bu Guru ada Qur&#8217;an, Bu Guru akan meletakkannya di tengah</em><br />
<em> karpet. Quran itu &#8220;dijaga&#8221; sekelilingnya oleh ummat yang dimisalkan karpet.</em><br />
<em> Sekarang anak-anak berdiri di luar karpet.</em></p>
<p style="padding-left: 30px;"><a href="http://www.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2013/02/Koran.jpg"><img class="aligncenter wp-image-234 size-medium" src="http://blog.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2013/02/Koran-300x224.jpg" alt="Koran" width="300" height="224" /></a></p>
<p style="padding-left: 30px;"><em>Permainannya adalah, bagaimana caranya mengambil Qur&#8217;an yang ada di tengah dan ditukar dengan buku lain, tanpa memijak karpet?&#8221; Murid-muridnya berpikir.</em><br />
<em> Ada yang mencoba alternatif dengan tongkat, dan lain-lain, tetapi tak ada yang berhasil.</em></p>
<p style="padding-left: 30px;"><em>Akhirnya Sang Guru memberikan jalan keluar, digulungnya karpet, dan ia ambil Qur&#8217;an ditukarnya dengan buku filsafat materialisme. Ia memenuhi syarat, tidak memijak karpet.</em></p>
<p style="padding-left: 30px;"><em>&#8220;Murid-murid, begitulah ummat Islam dan musuh-musuhnya. Musuh-musuh Islam tidak akan memijak-mijak kalian dengan terang-terangan. Karena tentu</em><br />
<em> kalian akan menolaknya mentah-mentah.</em><br />
<em> Orang biasapun tak akan rela kalau Islam dihina dihadapan mereka. Tetapi mereka akan menggulung kalian perlahan-lahan dari pinggir, sehingga kalian tidak sadar.</em><br />
<em> Jika seseorang ingin membuat rumah yang kuat, maka dibina pundasi yang kuat. Begitulah ummat Islam, jika ingin kuat, maka bangunlah aqidah yang kuat.</em><br />
<em> Sebaliknya, jika ingin membongkar rumah, tentu susah kalau fondasinya dahulu. Lebih mudah hiasan-hiasan dinding akan dikeluarkan dahulu, kursi dipindahkan dahulu, lemari dikeluarkan dahulu satu persatu, baru rumah dihancurkan…&#8221;</em></p>
<p style="padding-left: 30px;"><em>&#8220;Begitulah musuh-musuh Islam menghancurkan kalian. Mereka tidak akan menghantam terang-terangan,</em><br />
<em> tetapi ia akan perlahan-lahan meletihkan kalian.</em><br />
<em> Mulai dari perangai, cara hidup, pakaian dan lain-lain, sehingga meskipun kalian itu Muslim, tetapi kalian telah meninggalkan Syari&#8217;at Islam sedikit demi sedikit. Dan itulah yang mereka inginkan.&#8221;</em></p>
<p style="padding-left: 30px;"><em>&#8220;Kenapa mereka tidak berani terang-terangan menginjak-injak Bu Guru?&#8221; tanya mereka.</em><br />
<em> Sesungguhnya dahulu mereka terang-terang menyerang, misalnya Perang Salib, Perang Tartar, dan lain-lain. Tetapi sekarang tidak lagi. Begitulah ummat Islam. Kalau diserang perlahan-lahan, mereka tidak akan sadar, akhirnya hancur. Tetapi kalau diserang serentak</em><br />
<em> terang-terangan, baru mereka akan sadar, lalu mereka bangkit serentak. Selesailah pelajaran kita kali ini, dan</em><br />
<em> mari kita berdo&#8217;a dahulu sebelum pulang…&#8221;</em></p>
<p style="padding-left: 30px;"><a href="http://www.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2013/02/Sun.jpg"><img class="aligncenter wp-image-236 size-medium" src="http://blog.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2013/02/Sun-300x200.jpg" alt="Sun" width="300" height="200" /></a></p>
<p style="padding-left: 30px;"><em>Matahari bersinar terik tatkala anak-anak itu keluar meninggalkan tempat belajar mereka dengan pikiran masing-masing di kepalanya. Ini semua adalah fenomena Ghazwu lFikri (perang pemikiran). Dan inilah yang dijalankan oleh musuh-musuh Islam.</em><br />
<em> Allah berfirman dalam surat At Taubah yang artinya:</em></p>
<p style="padding-left: 30px;"><em>&#8220;Mereka hendak memadamkan cahaya Allah dengan mulut-mulut mereka, sedang Allah tidak mau selain</em><br />
<em> menyempurnakan cahayaNya, sekalipun orang-orang kafir itu benci akan hal itu.&#8221;(QS. At Taubah :32).</em></p>
<p style="padding-left: 30px;"><em>Musuh-musuh Islam berupaya dengan kata-kata yang membius ummat Islam untuk merusak aqidah ummat</em><br />
<em> umumnya, khususnya generasi muda Muslim.</em><br />
<em> Kata-kata membius itu disuntikkan sedikit demi sedikit melalui mas</em><br />
<em> media, grafika dan elektronika, tulisan-tulisan dan talk show, hingga tak terasa.</em></p>
<p style="padding-left: 30px;"><em>Begitulah sikap musuh-musuh Islam. Lalu, bagaimana sikap kita…???</em></p>
<p style="padding-left: 30px;"><em>Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat diamalkan.</em><br />
<em> Silahkan TAG / SHARE.</em><br />
<em> Bagikan juga untuk teman kita.</em></p>
<p style="padding-left: 30px;"><em>☆ Semoga Bermanfaat ☆</em></p>
</blockquote>
<p>&nbsp;</p>
<p>Silakan dicopas.. Ga perlu cantumkan blog ini sebagai sumber, karena memang bukan blog ini sumber awalnya. Kalau kebetulan nemuin penulis awalnya, silakan cantumkan, dan mohon comment dibawah ya..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryananiestyo.com/?feed=rss2&#038;p=213</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Omong Kosong Wong Cilik</title>
		<link>http://ryananiestyo.com/?p=166</link>
		<comments>http://ryananiestyo.com/?p=166#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Apr 2012 04:20:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[ryan]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Talks]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.digitalboedaja.com/?p=166</guid>
		<description><![CDATA[Pemirsa Blog Yang Budiman.. Pernah dengar istilah WONG CILIK? Wong atau Uwong dalam bahasa jawa berarti Orang atau Manusia. Cilik dalam bahasa jawa berarti Kecil. Jika diartikan dalam bahasa indonesia berarti Orang Kecil. Bukan, maksudnya bukan Daus Mini atau Ucok Baba. Tapi kecil artinya tidak punya pangkat kedudukan di masyarakat. Alias masyarakat biasa. Bahkan sebenarnya [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://www.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2012/04/wongcilik.jpg"><img class="aligncenter wp-image-171 size-medium" title="Cawapres Prabowo Subianto menyampaikan orasinya pada temu wicara bertema &quot;Bapak Prabowo Subianto Pembela Wong Cilik&quot;, di Pabrik Jamu PT Sido Muncul, Ungaran, Kabupaten Semarang, Jateng, Senin (22/6)." src="http://blog.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2012/04/wongcilik-300x175.jpg" alt="" width="300" height="175" /></a></p>
<p>Pemirsa Blog Yang Budiman..</p>
<p>Pernah dengar istilah WONG CILIK? Wong atau Uwong dalam bahasa jawa berarti Orang atau Manusia. Cilik dalam bahasa jawa berarti Kecil. Jika diartikan dalam bahasa indonesia berarti Orang Kecil. Bukan, maksudnya bukan Daus Mini atau Ucok Baba. Tapi kecil artinya tidak punya pangkat kedudukan di masyarakat. Alias masyarakat biasa. Bahkan sebenarnya dibawah masyarakat biasa. Lebih susah lagi.</p>
<p>Banyak politikus di Indonesia menggunakan terminologi ini untuk menggambarkan rakyat jelata yang tidak bisa apa2 dan tidak punya apa2. Rakyat yang selalu ditindas oleh mereka yg punya kekuasaan. Rakyat yg dilupakan. Dan sebagainya.</p>
<p>Tapi benarkah wong cilik itu tidak bisa apa2? Mari kita lihat.</p>
<p><span id="more-166"></span></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2012/04/kecelakaan1.jpg"><img class="aligncenter wp-image-182 size-medium" title="kecelakaan1" src="http://blog.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2012/04/kecelakaan1-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Saat terjadi kecelakaan di jalan raya. Antara sepeda dan mobil. Katakanlah yg salah sepeda nya. Siapa yg akan disalahkan? Jelas mobil. Gw yakin anda semua udah tau fenomena ini. Jika tidak mau disalahkan, siap2 saja dibakar massa. Disini jelas sekali bahwa wong cilik ga bisa salah di jalan raya. Yg benar dan yg salah semuanya sudah dibuat kasta-kasta. Urut2annya: Pejalan Kaki, Sepeda, Sepeda Motor, Mobil. Pejalan kaki tidak mungkin salah saat dia menabrakkan diri nya ke mobil yg sedang melaju kencang. Aneh memang, tapi itu lah Indonesia. Wong cilik yang menang.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2012/04/ngetem.jpg"><img class="aligncenter wp-image-183 size-medium" title="ngetem" src="http://blog.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2012/04/ngetem-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Saat polisi melihat mobil pribadi (yang jelas bukan punya wong cilik) berhenti atau parkir di bawah rambu2, tanpa ampun langsung ditindak. Ga pake peringatan apa2. Tapi apa yg terjadi ketika angkot (yang notabene disopiri oleh wong cilik, dan sebagai alat transportasi langganan wong cilik juga) ngetem sembarangan? Dijamin polisi diam. Klo pun bertindak, paling2 juga tidak tegas dan hanya berumur beberapa hari. Besok2 dibiarkan lagi. Wong cilik yg menang.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://blog.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2012/04/gusur.gif"><img class="alignnone wp-image-187 size-medium" title="gusur" src="http://blog.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2012/04/gusur-300x199.gif" alt="" width="300" height="199" /></a></p>
<p>Saat ada lahan kosong milik orang, wong cilik dengan seenaknya buka lapak disana. Mendirikan bangunan semi permanen, bahkan permanen. Kalau digusur, teriak2 minta keadilan. Setelah itu mereka mendapat uang ganti rugi supaya masalahnya cepat selesai. Lagi2 mereka dapat untung tanpa modal.</p>
<p>Dari beberapa contoh di atas, gw sih berkesimpulan sebenarnya wong cilik itu bukan pihak yg ditindas. Mereka jg melakukan kecurangan2 lain. Hanya saja beda skala dengan wong gede. Sebenarnya semua sama saja. Mau menang sendiri. Berbuat curang dengan skala nya masing2. Wong gede menindas hak orang lain. Mereka jg menindas. Wong gede lolos hukum, mereka jg lolos hukum. Tapi sekali lagi, dalam skalanya masing2.</p>
<p>Tapi sebenernya klo mau ditelaah, justru yg menderita itu bukan wong cilik atau pun wong gede. Tapi wong menengah. Seperti kalau dalam keluarga yg punya anak 3, yg anak kedua selalu menderita. Punya kuasa engga, dimanja jg engga. Seperti mobil pribadi masyarakat biasa yg kena tilang klo melanggar rambu. Tapi mobil pejabat ga kena karena punya kuasa. Dan mobil2 angkot ga kena jg karena mreka wong cilik (yang harus dikasihani)</p>
<p>Yah begitulah.. Selamat datang di Indonesia</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryananiestyo.com/?feed=rss2&#038;p=166</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Salah Jurusan</title>
		<link>http://ryananiestyo.com/?p=129</link>
		<comments>http://ryananiestyo.com/?p=129#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Apr 2012 04:04:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[ryan]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Talks]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.digitalboedaja.com/?p=129</guid>
		<description><![CDATA[Pemirsa Blog yg Budiman.. Kali ini gw akan membahas mengenai fenomena yg melanda banyak sekali mahasiswa di tanah air. Salah Jurusan. Bukan mengenai jurusan Kalideres atau jurusan Pulogadung. Tapi jurusan perkuliahan. Sebenarnya apa yg harus disiapkan calon mahasiswa sebelum masuk kuliah? Informasi? Nilai? Bagi gw yg pertama harus disiapkan adalah mengenal diri sendiri Bener harus [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://www.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2012/02/wrong-way-sign.jpg"><img class="aligncenter wp-image-136 size-medium" title="wrong-way-sign" src="http://blog.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2012/02/wrong-way-sign-300x143.jpg" alt="" width="300" height="143" /></a></p>
<p>Pemirsa Blog yg Budiman..</p>
<p>Kali ini gw akan membahas mengenai fenomena yg melanda banyak sekali mahasiswa di tanah air. Salah Jurusan. Bukan mengenai jurusan Kalideres atau jurusan Pulogadung. Tapi jurusan perkuliahan.</p>
<p>Sebenarnya apa yg harus disiapkan calon mahasiswa sebelum masuk kuliah? Informasi? Nilai? Bagi gw yg pertama harus disiapkan adalah mengenal diri sendiri</p>
<p><span id="more-129"></span></p>
<p><strong>Bener harus kuliah?</strong><br />
Pertanyaan yg paling basic yg harus dijawab dulu oleh calon mahasiswa. Mau apa setelah kuliah? Kalau anda mau jadi dosen, ya memang harus kuliah. Harus sampai S2 malah. Tapi kalau anda hanya mau berwira usaha, untuk apa kuliah? Sia-sia waktu anda yg harusnya bisa digunakan untuk memulai usaha. Memang tidak selamanya begitu. Banyak wirausahawan yg memulai usahanya dari bangku kuliah. Tapi lebih banyak lagi wirausahawan yg justru baru mulai setelah lulus kuliah. Yg paling aman kalau anda mau berwirausaha, tidak perlu kuliah tapi bergaul lah dengan orang2 kuliahan. Hehe</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2012/04/knowyourself.jpg"><img class="aligncenter wp-image-160 size-medium" title="knowyourself" src="http://blog.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2012/04/knowyourself-300x180.jpg" alt="" width="300" height="180" /></a></p>
<p><strong>Kenali dirimu sendiri</strong><br />
Ini adalah hal kedua yg harus diperhatikan setelah anda memutuskan kuliah. Kenali diri anda sendiri. Apakah anda orang yg bisa memaksakan diri terjun ke dalam hal2 yg anda tidak sukai? Atau anda hanya bisa maksimal di hal2 yg anda sukai saja? Pertanyaan ini penting untuk dijawab untuk menentukan jurusan kuliah anda. Dan gw rasa sekolah mulai TK, SD, SMP, SMA, sepertinya sudah cukup untuk menjawab apakah anda bisa memaksakan diri di mata pelajaran &#8211; mata pelajaran yg tidak anda sukai.</p>
<p><strong>Anda bisa memaksakan diri</strong><br />
Pilih lah jurusan yg prospeknya luas dan cerah. Sesulit apapun hal2 yg harus anda pelajari di jurusan itu, kalau anda memang yakin bisa memaksakan diri mempelajarinya, HAJAR! Misalnya anda tidak suka Biologi, tapi kalau ternyata selama ini nilai mata pelajaran Biologi anda bagus, tidak ada salahnya anda nekat ambil Kedokteran Umum. Atau anda tidak suka pelajaran matematika, tapi anda bisa mendapat nilai diatas rata-rata untuk pelajaran Matematika, tidak ada salahnya memaksakan diri ambil jurusan Teknik Mesin atau Teknik Elektro. Insyaallah anda akan bisa bertahan sampai selesai. Tapi jangan lupa, selain kuliah, anda harus menyibukkan diri di bidang2 yang merupakan hobi anda. Misalnya anda hobi main musik, ga ada salahnya bikin band iseng2 biar tidak stress.</p>
<p><strong>Anda tidak bisa memaksakan diri</strong><br />
Jika anda tidak pernah bisa memaksakan diri, jangan memaksakan diri. Biaya kuliah itu mahal. Jangan disia-siakan dengan cara sembrono  memilih jurusan. Jika nilai anda selalu dibawah rata2 untuk pelajaran Biologi karena anda tidak suka Biologi, jangan pernah memaksakan diri masuk Kedokteran Umum. Atau nilai matematika anda selalu jelek karena anda tidak suka matematika, jangan sekali2 latah ambil jurusan Teknik Mesin atau Teknik Elektro. Hasilnya anda hanya akan menyerah di tengah jalan.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2012/04/sylabus.png"><img class="aligncenter wp-image-157 size-medium" title="sylabus" src="http://blog.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2012/04/sylabus-300x118.png" alt="" width="300" height="118" /></a></p>
<p><strong>Cek sylabus</strong><br />
Ini yg jarang calon mahasiswa cek. Cek sylabus jurusan yg anda minati. Sylabus atau nama-nama mata kuliah yg nanti akan anda pelajari dalam jurusan itu. Dari situ bisa ketahuan sebenarnya jurusan tersebut tentang apa. Kadang2 nama2 jurusan hari ini suka mirip-mirip walaupun ternyata isinya beda jauh. Siapa yg tidak bingung ketika menghadapi nama jurusan Teknik Komputer, Teknik Informatika, Ilmu Komputer, Teknik Manajemen Informatika, Manajemen Informatika, Sistem Informasi, dsb. Gw sendiri ga ngerti kenapa harus macem2 begitu. Satu hal lagi yg harus diperhatikan adalah: jurusan yg sama, beda universitas beda sylabus walaupun ga terlalu banyak beda nya.</p>
<p><strong>Jangan tergoda prospek jurusan</strong><br />
Banyak artikel2 di internet yg menyebutkan, lulusan jurusan A yg paling tinggi prospeknya, atau lulusan jurusan B, dsb. Jangan tergoda. Itu di luar negeri. Di Indonesia, kebanyakan bukan tergantung jurusan. Tapi tergantung perusahaan tempat anda bekerja. Terutama jika anda bekerja sebagai PNS atau bekerja di BUMN. Apapun jurusan anda, jika anda masuk di angkatan yg sama, dijamin gaji anda akan sama saja dengan teman satu angkatan. Di perusahaan luar negeri hal ini mungkin beda.</p>
<p><strong>Pilih jurusan, Universitas itu nomor dua</strong><br />
Jangan tergoda nama besar universitas semacam ITB, UGM, UI, atau yg lain. Lihat lowongan2 kerja di koran. Apakah ada lowongan yg menyebutkan &#8220;Urgently Required, lulusan ITB, sembarang jurusan&#8221;? Dijamin ga ada. Yg ada adalah &#8220;Urgently required, lulusan S1 jurusan Teknik Informatika, Bla bla bla&#8221;. Oleh karena itu, jangan sampai anda punya prinsip, jurusan apa pun yg penting universitas nya beken.</p>
<p><strong>Setelah itu</strong><br />
Setelah anda menentukan jurusan, jangan lupa tanyakan pada mereka yg sudah kuliah di jurusan dari beberapa universitas tentang suka duka nya. Apa plus minusnya. Tanyakan pada mereka tentang biaya, cara pembayarannya, tanyakan tentang dosen2nya, tanyakan tentang lab nya, tanyakan tentang sistem semester pendek, tanyakan tentang ulang-mengulang mata kuliahnya. Dan lain sebagainya.</p>
<p>OK Pemirsa Blog Yang Budiman. Sepertinya itu saja hal2 yang harus anda perhatikan sebelum kuliah. Agar tidak salah jurusan. Salah jurusan itu nyesek. <img src="http://ryananiestyo.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif" alt=":D" class="wp-smiley" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryananiestyo.com/?feed=rss2&#038;p=129</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
