Apr 10, 2012 - Talks    12 Comments

Omong Kosong Wong Cilik

Pemirsa Blog Yang Budiman..

Pernah dengar istilah WONG CILIK? Wong atau Uwong dalam bahasa jawa berarti Orang atau Manusia. Cilik dalam bahasa jawa berarti Kecil. Jika diartikan dalam bahasa indonesia berarti Orang Kecil. Bukan, maksudnya bukan Daus Mini atau Ucok Baba. Tapi kecil artinya tidak punya pangkat kedudukan di masyarakat. Alias masyarakat biasa. Bahkan sebenarnya dibawah masyarakat biasa. Lebih susah lagi.

Banyak politikus di Indonesia menggunakan terminologi ini untuk menggambarkan rakyat jelata yang tidak bisa apa2 dan tidak punya apa2. Rakyat yang selalu ditindas oleh mereka yg punya kekuasaan. Rakyat yg dilupakan. Dan sebagainya.

Tapi benarkah wong cilik itu tidak bisa apa2? Mari kita lihat.

Saat terjadi kecelakaan di jalan raya. Antara sepeda dan mobil. Katakanlah yg salah sepeda nya. Siapa yg akan disalahkan? Jelas mobil. Gw yakin anda semua udah tau fenomena ini. Jika tidak mau disalahkan, siap2 saja dibakar massa. Disini jelas sekali bahwa wong cilik ga bisa salah di jalan raya. Yg benar dan yg salah semuanya sudah dibuat kasta-kasta. Urut2annya: Pejalan Kaki, Sepeda, Sepeda Motor, Mobil. Pejalan kaki tidak mungkin salah saat dia menabrakkan diri nya ke mobil yg sedang melaju kencang. Aneh memang, tapi itu lah Indonesia. Wong cilik yang menang.

Saat polisi melihat mobil pribadi (yang jelas bukan punya wong cilik) berhenti atau parkir di bawah rambu2, tanpa ampun langsung ditindak. Ga pake peringatan apa2. Tapi apa yg terjadi ketika angkot (yang notabene disopiri oleh wong cilik, dan sebagai alat transportasi langganan wong cilik juga) ngetem sembarangan? Dijamin polisi diam. Klo pun bertindak, paling2 juga tidak tegas dan hanya berumur beberapa hari. Besok2 dibiarkan lagi. Wong cilik yg menang.

Saat ada lahan kosong milik orang, wong cilik dengan seenaknya buka lapak disana. Mendirikan bangunan semi permanen, bahkan permanen. Kalau digusur, teriak2 minta keadilan. Setelah itu mereka mendapat uang ganti rugi supaya masalahnya cepat selesai. Lagi2 mereka dapat untung tanpa modal.

Dari beberapa contoh di atas, gw sih berkesimpulan sebenarnya wong cilik itu bukan pihak yg ditindas. Mereka jg melakukan kecurangan2 lain. Hanya saja beda skala dengan wong gede. Sebenarnya semua sama saja. Mau menang sendiri. Berbuat curang dengan skala nya masing2. Wong gede menindas hak orang lain. Mereka jg menindas. Wong gede lolos hukum, mereka jg lolos hukum. Tapi sekali lagi, dalam skalanya masing2.

Tapi sebenernya klo mau ditelaah, justru yg menderita itu bukan wong cilik atau pun wong gede. Tapi wong menengah. Seperti kalau dalam keluarga yg punya anak 3, yg anak kedua selalu menderita. Punya kuasa engga, dimanja jg engga. Seperti mobil pribadi masyarakat biasa yg kena tilang klo melanggar rambu. Tapi mobil pejabat ga kena karena punya kuasa. Dan mobil2 angkot ga kena jg karena mreka wong cilik (yang harus dikasihani)

Yah begitulah.. Selamat datang di Indonesia

Be Sociable, Share!

12 Comments

  • saya sangat setuju sekali om kalau wong cilik serba yang menang dari pada pengguna mobil pribadi contoh kalau sudah tabrakan antara mobil dengan motor pasti selalu mobil yang di salahkan apakah itu yang namanya keadilan?

    • itulah indonesiaaaaaaaaaaaa… :D

  • setubuuuhh!!!! eh setuujuuh… makanya sekarang ane minta wat smw pemakai jalan (yg sering ato minimal pernah di dzalimin wong cilik), utk beli ‘Dash cam”, taro di dashboard.

    gunanya ya utk kasih data n fakta kebenaran, kalo” kita di dzalimin ma wong cilik ntu..

    • ide bagus. sebenernya bukan wong cilik yg menzalimi. semua saling menzalimi dengan skala yg berbeda. yg kecil ya kecil, yg gede ya gede. bagaimana dengan kita? apakah kita juga menzalimi orang lain? :p

  • Saat kenaikan harga BBM kemarin yang paling parah kena dampaknya juga wong tengah2. Kalau wong gede mah sudah pasti ga bingung karna banyak simpanannya. Kalau wong cilik ada bantuan BLSM dari Pemerintah. Lha wong tengah2 bagaimana..

    • nyamar jadi wong cilik? Hahahaha

  • Setuju mas…. Masa lahan orang didudukin, setelah digusur malah minta ganti rugi, bilang2 sudah lama tinggal disini

    Sama saja dengan perampok lahan

    • itu juga salah pemerintah. ada satu orang bikin bedeng2. di diamkan. dua orang di diamkan. lama2 jadi kelaziman. trus jadi banyak, dan makin susah diusir. harusnya begitu ada satu, usir!

  • soal mobil dan motor biasanya emang gitu.
    ane punya temen yang temennya kena kasus gara2 ditabrak motor
    ya, ditabrak motor sama anak smp. yang bawa motor gak pake helm

    anaknya meninggal.
    keluarganya gak terima.
    dan si temen itu disuruh bayar ganti

    ngenes si emang klo kita liat dari kacamata yang ditinggalin mati
    tapi klo mau dipikir sehat, masa anak smp dikasih ijin bawa motor gak pake helm. Orang tua nya kurang pendidikan itu

    • itulah indonesiaaaaaaaaa :D

  • artikel bagus…
    betul sekali gan, saya sepemikiran dengan agan.

    Salam

    • salam. thank u gan…

Leave a comment to niko