Mar 20, 2014 - These Days    No Comments

Tahap-Tahap Patah Hati

Pemirsa Blog yg Budiman..

Boleh lah sekali-sekali posting galau kaya gini. Kami selaku redaksi blog ini minta maaf jika membawa cuaca mendung di hati anda semua gara-gara postingan ini.. Postingan ini ditulis saat kami sedang galau pemirsa. Tapi bukan berarti ini cerita based on trues story kisah kami yah. Cuma berusaha memfasilitasi perasaan pemirsa saja, yg kami yakin ada lah yg mengalami kaya gini. Hehe

Baiklah pemirsa silakan meneruskan membaca sambil mendengarkan lagu ini biar sedikit lebih afdol..

Baiklah…

Ini adalah hari dimana kamu merasa seharusnya semua baik2 saja. tapi ternyata tidak. hari ini tidak baik2 saja. sama seperti kemarin, dan kemarin nya lagi. kamu tau ada yg tidak biasa dengan hubungan kamu dengan dia beberapa hari belakangan. semua terasa berbeda. dalam artian buruk. tapi kamu tidak tau harus berbuat apa. bisa jadi karena kamu gengsi untuk bilang. atau bahkan terlalu takut karena tidak ingin semua nya semakin bertambah buruk.

Semua orang pernah mengalami nya. Tak mengapa.

Kamu mengecek ponsel, berharap ada notifikasi. Apapun. Dari dia. SMS, missed call, BBM, Whats App, Mention, apapun itu. Ternyata tidak ada apapun. Satu pun. Dan 30 menit kemudian, kamu kembali mengecek ponsel. Hasilnya masih sama. Nihil. Dan begitu seterusnya. kamu berusaha membalas perlakuannya. Berusaha menghilang, berharap dia akan merasa kehilangan dan menghubungi kamu. 10 menit, 30 menit, 45 menit, akhirnya berlalu satu jam. Tapi ternyata salah, ini bahkan belum 10 menit. Mendadak semua berjalan lambat.

Intuisi kamu mulai kamu mengatakan, dia sedang bersama orang lain, dia sudah benar2 ‘pergi’, atau apapun itu. kamu mulai mengecek semua nya. Status2nya di twitter, status2 BBM nya, kapan terakhir online, dan sebagainya. Hal-hal yg biasanya tidak pernah kamu pedulikan. Mendadak kamu menemukan seribu satu jalan menuju patah hati..

Detak jantung tiba2 berdegup lebih kencang dan makin kencang. kamu berharap tidak menemukan apapun yg berarti. kamu berharap dia saat ini sedang sibuk, benar2 sibuk. Ini adalah fase pertama. FASE DENIAL (penyangkalan kenyataan)

Tapi ternyata salah. Semua aktifitasnya seperti biasanya. Dia seperti bukan orang yg sedang kehilangan kamu. Detak jantung yg tadi berdegup sedemikian kencang nya, sekarang mendadak seolah berhenti. kamu menemukan satu.. Dua.. Tiga.. Dan banyak lagi mention dari orang yg sama. Dan yg paling parah, dia membalas semua itu. Tangan kamu mulai dingin. Menjalar perlahan menuju kaki. Ada rasa sakit dan marah yg menggedor dari dalam. kamu mulai memilih lagu yg kamu pikir bisa menenangkan pikiran kamu sendiri. Sayangnya, biasanya itu adalah lagu2 yg sedih. Hati mu terluka semakin parah.

Seperti sudah bisa ditebak, perasaan itu bukan nya pergi, tapi justru semakin menggantung seperti awan mendung. Semua mendadak menjadi kabur. kamu kehilangan konsentrasi untuk melakukan apapun. Tapi kamu tetap berusaha tenang. kamu berusaha untuk tidak terkalahkan. Walaupun dalam hati, kamu tau, kamu kalah. Dan dalam waktu dekat, kamu akan kehilangan dia.

Jangan dilawan. Jangan melawan semua perasaan yg kamu rasakan. Rasakan saja. Take your time. Ini adalah fase kedua, FASE ANGER (kemarahan).

Mendadak malam ini tidur menjadi sesuatu yg sangat sulit dilakukan. Setiap kali kamu memejamkan mata, hanya ada dia dan dia. kamu berharap malam ini sudah akan berlalu sebentar lagi. Tapi lagi2 kamu salah, Ini bahkan belum tengah malam. Malam ini akan menjadi malam terpanjang dalam hidupmu.

Aktifitas stalking masih kamu lanjutkan. Dan rasanya semua makin sakit ketika kamu tau dari twitternya, bahwa sudah selarut ini dia bahkan belum pulang. Masih menghabiskan waktu di luar sana. Entah dengan siapa. Walaupun kamu sebenarnya sudah bisa menebak2nya. Dan kamu tau persis, memang itu yg terjadi. Tapi kamu berusaha mnghibur diri bahwa itu tidak benar. Tapi usahamu gagal. Tidak ada satu hal pun yg bisa menghibur diri mu.

Malam berlalu. Kamu akhirnya memutuskan untuk menemui nya dan mengajaknya berbicara, bertanya, walau kamu tau akan seperti apa jawaban nya, dan dalam hati kamu berharap jawabannya tidak seperti itu. Dalam hati kamu yg terdalam, kamu berharap dia akan meyakinkan kamu bahwa semua perasaan dan dugaan kamu salah. Lagi2 tidak. Semua jawaban ternyata justru mengkonfirmasi semua kecurigaan kamu. Dan kamu sadar, bahwa sebenarnya kamu ga pernah siap mendengar jawaban sebenarnya. Betul, kamu tidak akan pernah siap.

Kamu diam sejenak.

Dia akhirnya mengakhiri hubungan ini. Saat itu semua terasa plong. Walaupun kamu tau, itu hanya sesaat. Ujian sesungguhnya baru akan terjadi setelah ini.

Setelah kejadian itu, setiap pagi kamu masih mengecek ponsel kamu, berharap ada ucapan selamat pagi lagi. Permintaan maaf dari nya, atau apapun itu. Lagi2 kamu salah. Nihil. Ponsel kamu mendadak seperti ponsel mati, tidak ada aktifitas seperti biasanya yg penuh pesan2 dari dia. Kursi di sebelah kursi pengemudi mobil kamu mendadak kosong. kamu bahkan masih ingat betul pembicaraan terakhir kalian di kursi itu. Setiap sudut kota menjadi musuh terbesar mu. Semua sudut yg kamu lihat dan lewati seakan ada projektor yg sedang menyorotkan film tentang kejadian2 yg pernah kalian lakukan di sana.

Singkatnya, kamu rindu dia. Rindu sekali.

Kemudian kamu mulai memikirkan penawaran demi penawaran untuknya. Kamu mulai berpikir kamu akan datang kepadanya dan berjanji tidak akan mengulangi semua kesalahan kamu dan kebiasaan kebiasaan kamu. Kamu akan menawarkan apakah dia berminat memegang kendali hubungan. Kamu akan menawarkan apapun yg kamu punya untuk dia. Asalkan dia bersedia kembali ke pelukanmu. Ini adalah fase ketiga. FASE BARGAINING (tawar-menawar). Jangan lakukan itu. Tawaran2 itu datang dari perasaanmu. Bukan logikamu. Pada fase ini hanya logika yg boleh kamu dengarkan. Pada tahap ini kamu sebenarnya sadar bahwa itu semua tidak akan berhasil. Tapi memang kenyataan ini rasanya terlalu berat untuk dihadapi. Tidak apa2. Memang berat. Ingat bahwa kamu sudah memenangkan logika kamu. Kamu sudah di track yg benar.

Berikutnya kamu akan masuk ke FASE DEPRESSION (depresi). Kamu mulai berlama2 berdiri di bawah shower kamar mandi. Kamu mulai banyak melamun. Semua makanan akan terasa pahit di lidahmu. Bahkan kamu mungkin mulai merokok. Satu hal yg sebelumnya tidak pernah kamu lakukan. Kamu akan mulai bertanya2 “Kalau aku bukan untuk dia, kenapa aku dipertemukan dengan dia?” Mungkin jawabannya tidak akan kamu temukan sekarang, tapi nanti. Atau mungkin tidak akan pernah. Tidak mengapa. Itu tidak penting. Kamu mulai berpikir untuk memasukkan orang lain ke dalam hidupmu untuk menggantikan dia. Jangan. Karena hanya akan menghasilkan luka baru. Nikmati saja fase ini.

Berikutnya kamu akan masuk FASE ACCEPTANCE (penerimaan). Fase dimana kamu mulai bisa tersenyum. Kamu mulai menghabiskan makanan favoritmu. Kamu mulai jalan bersama teman2 kamu yg sudah lama tidak kamu sapa. Kapan? Mungkin segera. Mungkin masih lama. Tergantung pengalaman kamu selama ini. Semakin banyak kamu mengalami patah hati, makin cepat kamu meraih fase ini. Ingat bahwa luka yg kamu rasakan akan menempa diri kamu supaya lebih kuat. Termasuk luka yg sekarang. Ini tidak sia2. Ini akan menjadi modal supaya kamu lebih kuat besok. Tapi jangan buru2. Semua tergantung waktu. Hanya waktu yg bisa mengobati semuanya. Mungkin kamu masih sedikit2 akan bolak-balik meyakinkan diri bahwa ini memang sudah berakhir dan kita harus move on, tapi kita tahu bahwa kita sudah berada di jalan yang benar. Deal with it.

Dan di saat kamu sudah melalui kelima fase tersebut, berbangga lah. Ucapkan selamat pada dirimu sendiri. Kamu adalah orang yg lebih kuat sekarang. Dan seseorang yg lebih baik di ujung jalan sana sudah menantimu.

The End

 

 

 

 

Be Sociable, Share!

Got anything to say? Go ahead and leave a comment!