Apr 1, 2014 - These Days    No Comments

I Love The Way You Lie

Liar

“Tahukan anda, mengapa sampai hari ini banyak sekali kebohongan2 dimana2? Sebabnya hanya satu. Karena manusia tidak ada yg suka dibohongi..”

Pemirsa Blog yg Budiman..

Bertepatan dengan tanggal 1 April, yg diyakini adalah hari dimana kita boleh ngerjain orang -termasuk berbohong- tanpa khawatir akan mendapat resiko kemarahan korban, gw pengen menulis sesuatu yg akhir2 ini sering gw jumpai. Yaitu kebohongan. Gerah juga lama2 melihat kebohongan dimana2. Apalagi sekarang masa kampanye pemilu legislatif. Masa dimana disetiap sudut negara ini yg kita jumpai hanya ada 2, kalau tidak kebohongan, ya omong kosong. Gw lihat ini dimana2. Terutama di dalam hidup gw. Yg bikin nyesek adalah ini dilakukan orang yg dekat bagi gw sendiri.

Berbohong adalah dosa. Dosa berarti terancam masuk ke neraka. Begitulah yg selama ini diajarkan orang tua, guru, dan semua orang di dunia ini. Namun sepertinya hal itu percuma. Mungkin tidak ada yg pernah menyadari seberapa sering kita berbohong setiap harinya. Apakah kita tidak takut neraka? Tentu saja takut. Lalu kenapa kebohongan selalu dilakukan?

Orang-orang berbohong untuk membela diri, mempertahankan eksistensinya, menghindari dampak yang lebih besar, dan alasan lainnya yang semata-mata untuk kepentingan pribadinya. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), bohong adalah tidak sesuai dengan hal (keadaan dsb) yang sebenarnya.  Bohong tidak hanya melalui perkataan dan tindakan, bahkan pikiran dan perasaan pun bisa berbohong. Konteks bohong pun tidak hanya kepada orang lain saja, bahkan sering kita dengar istilah membohongi diri sendiri.

Kemudian ada juga bohong putih. Apakah itu bohong putih? Kata orang sih bohong putih itu berbohong untuk kebaikan. Untuk menghindari kerusakan yg lebih besar jika berkata jujur, maka dari itu orang lebih memilih untuk berbohong.

Demi menghindari dampak negatif yang lebih besar. Tapi haruskah kita berbohong? Apakah dengan bohong putih tidak akan menimbulkan dampak berkelanjutan yang dapat menimbulkan dampak yang lebih besar lagi dari ‘cari aman’ dalam bohong putih itu sendiri? Demi menyenangkan perasaan orang lain? Menyenangkan dengan membohongi? Apakah orang yang dibohongi akan menjadi senang kalau ternyata yang menyenangkan hatinya adalah sebuah kebohongan?Akankah hitam berdamai dengan putih dan menjadikannya abu-abu? Atau haruskah putih menjadi bungkus dalam hitamnya kebohongan? Terlepas dari dosa atau tidak dan alasan penghalalan bohong putih untuk kebaikan, yang jelas bohong untuk apapun itu alasannya merupakan sebuah kebohongan. Entah itu tujuan dan maksud yang ada didalamnya. Bohong adalah bohong.

Gw sendiri punya prinsip yg cukup aneh menurut kebanyakan orang. Gw mau dibohongi. Gw rela dibohongi. Gw maafkan si pembohong bahkan sesaat sebelum dia berbohong, gw sudah maafkan dia. Gw doakan agar Tuhan tidak meluncurkan dosa kepadanya. Gw doakan agar ancaman neraka dijauhkan darinya. Ya, silakan berbohong. Baik itu bohong putih atau bohong hitam. Syaratnya hanya satu. Jangan sampai gw tau sampai gw mati. Karena jika gw tau sebelum gw mati, gw pasti akan marah dan akan membuat perhitungan. Bahkan jika masalah itu sudah lama sekali pun.

Ya, syaratnya hanya itu. Tolong jaga kebohongan itu sampai gw mati. Bukan sampai si pembohong mati. Karena jika si pembohong sudah mati duluan daripada gw, dan suatu hari nanti gw tau gw udah dibohongi, gw tetap akan marah kepada si pembohong yg sudah mati itu. Marah kepada orang mati? Why not?

Mungkin terdengar sederhana. Tapi ternyata tidak sesederhana itu. Terlalu banyak yg gagal berbohong sama gw.

Sebentar. Gw hanya bilang “banyak”. Gw ga bilang “lebih banyak yg gagal daripada yg berhasil” ya. Gw ga tau yg berhasil membohongi gw tanpa ketauan sampai hari ini berapa orang. Bisa jadi lebih banyak daripada yg gagal. Tapi secara jumlah, yg gagal membohongi gw, udah terlalu banyak. Padahal syarat yg gw minta hanya satu itu. Ga lebih.

Daripada harus bohong, gw lebih menghargai jawaban “maaf itu rahasia”, atau “maaf gw ga bisa bilang”. Itu lebih bisa gw terima daripada orang lain harus berusaha mengarang indah yg ternyata hanya akan menjadi karangan sampah bagi gw saat gw tau sebenarnya.

Pemirsa, tahukan anda, mengapa sampai hari ini banyak sekali kebohongan2 dimana2? Sebabnya hanya satu. Karena manusia tidak ada yg suka dibohongi. Lalu bagaimana supaya tidak ada lagi kebohongan di dunia ini? Mudah. Semua orang jangan merasa tidak suka dibohongi. Tapi semua orang harus punya perasaan tidak suka membohongi..

 

 

NB: untukmu. aku tau kamu bohong..

 

 

Be Sociable, Share!

Got anything to say? Go ahead and leave a comment!