Feb 10, 2015 - Music    No Comments

My TOP 10 Indonesia Album

Top10

Pemirsa blog yg budiman..

Sudah sejak tahun 30an musisi Indonesia menciptakan berbagai macam lagu dan melahirkan ((lahirrr….)) album2 terbaik di tanah air. Album yg fenomenal, monumental, megah, dahsyat. Sekarang gw sendiri sebagai penikmat musik sejak awal tahun 90an, pemerhati musik dan juga sebagai musisi gagal, berusaha merangkum 10 album terbaik yg pernah dilahirkan musisi2 tanah air. Tantu saja sangat subjektif dan dangkal, karena toh gw belum lahir saat Benyamin S melahirkan album Si Djampang, atau ketika Guruh Gipsy meledak, atau ketika album To The So Called Guilty nya Koes Plus dirilis. Daftar ini dalam sudut pandang album. Masih banyak lagu lain yg lebih bagus, tapi hanya sedikit lagu yang bagus dalam satu albumnya. Nah pemirsa blog yang budiman, silakan nikmati review gw..

10. Ratu – Bersama

Album10Gebrakan baru lahir tahun 2003. Maia Ahmad, istri Dhani Ahmad pentolan Dewa, membentuk duo Ratu dan mengeluarkan album pertama mereka dengan title Bersama. Konsep duo wanita pertama di Indonesia mungkin? Dengan konsep satu penyanyi dan satu musisi pengiring sekaligus backing vokal, Ratu mampu menghadirkan musik yg hidup dan bernyawa. Sama sekali gak terlihat bahwa ini adalah album pertama dari sebuah band. Vokal Pinkan yg nakal dan unik serta gaya pakaian duo ini yg centil2 aneh, menambah daya pikat lagu2 seperti Jangan Bilang Siapa Siapa, Aku Baik-baik Saja, Salahkah Aku Mencintaimu, Nina Bobo, Turn Me On, dan nomor instrumental, Bersama, yg sangat hidup.

9. Sheila on 7 – Sheila on 7

Album9Sekitar tahun 1997 radio-radio di kota Jogja gempar memutar lagu Kita milik band bernama Sheila, band yg sudah cukup malang melintang di panggung2 di kota Jogja itu. Karena gw jatuh cinta dengan lagu itu, gw segera mencari lagu2 lain milik Sheila dari kawan gw yg penyiar radio, jadilah dia membajakkan lagu2 Sheila untuk gw. Didalam album itu terdapat juga lagu Dan yg menghipnotis. Dan secara mengejutkan tahun 1999 mereka Go National dibawah label Sony, dengan hits andalan Kita, dan Dan. Lagu2 yg bersemangat, membius, dan meledak tentu saja, hadir dari album perdana mereka hingga laris menembus 1 juta kopi. Berai, JAP, Anugerah Terindah, dll. Dan yg mengejutkan tentu saja ada nya embel2 “on 7″ di belakang nama band mereka.

8. God Bless – Semut Hitam

Album8Berbeda dengan album Cermin yg masih kaku dan terkesan hati2 dengan selera pasar, album Semut Hitam ini terasa lebih jujur. Karena album ini keluar karena kerinduan masing2 personel satu sama lain setelah vakum 8tahun? Mungkin saja. Tapi yg jelas, gw yg waktu itu masih berumur sekitar 6 tahun pun sudah terbius ketika pertama kali mendengarkan lagu Kehidupan! Masih teringat jelas diumur yg masih seumur jagung itu sudah berteriak2 gak jelas meniru nyanyian Ahmad Albar. Bahkan Umi gw ikut terusik hatinya untuk menghadiahkan gw album ini walopun berupa kaset bajakan di pasar. Bahkan dengan lugunya beliau bertanya pada si penjual, “Mas ada kaset Susu Anakku??” karena gak tau judul lagunya.. (Salah satu kata2 dalam lagu Kehidupan memuat frase ‘Susu Anakku’)

7. Funky Kopral – Funchopat

Album75 Orang anak muda cerdas memainkan musik Funk ala Red Hot Chili Pepper. Hasilnya? Dahsyat! Musik yg bisa dibilang asing di Indonesia ini sanggup dibawakan dengan nyaris sempurna. Bahkan dulu gw dan kawan2 sempat terbius sampai men-cover lagu mereka, walopun untuk mendekati kualitas mereka masih sangat sulit. Dikomandani cabikan bass Bondan Prakoso yg mantan penyanyi cilik itu, Onci (sekarang gitaris Ungu), Angga, Kristo, dan Robi benar2 mengobrak abrik tatanan musik yg sudah mapan di Indonesia dengan Funk cara mereka.

6. Shaggy Dog – Shaggy Dog

Album6Tipe-X boleh dianggap band yg paling tepat dalam timmingnya meluncurkan album Ska. Disaat puncak demam ska di tanah air sangat menggila, mereka sukses melempar album tanpa ada lawan. Tapi untuk gw sebagai orang Jogja, Shaggy Dog tetap nomor satu. Shaggy Dog boleh dibilang tidak mengenal goyang pogo yg kesannya rada brutal, mereka lebih suka menggunakan istilah ‘berdansa’ untuk menikmati musik mereka. Album pertama mereka yg diedarkan secara indie bahkan mampu membuat mereka ‘Go National’. Kecoak, Bis Kota, PUT, Moonshine, Ruddy’s Story, dan lain sebagainya mampu membius ribuan para maniak ska di kota Jogja. Tidak ada pentas tanpa musik ska pada kurun waktu 1998-2001 di kota Jogja, dan tidak ada musik ska tanpa kehadiran Shaggy Dog.

5. Dewa 19 – Pandawa Lima

ALbum5Album terakhir dari Dewa 19 formasi Ari Lasso dan Erwin. Digeber dengan lagu aneh tapi dahsyat sebagai single pertama, Kirana, Dewa 19 langsung membuat ribuan penikmat musik menaruh perhatian lebih pada album ini. Satu Sisi, Aspirasi Putih, Bunga, Sebelum Kau terlelap, juga kamulah Satu-Satunya yg menjadi lagu pembuka di banyak konser dewa karena daya magisnya yg ‘mengangkat’ masa. Sayang sekali pasca album ini Dewa mengalami perpecahan hebat yg mengakibatkan personel yg tersisa tinggal Dhani dan Andra. Sempat berkali2 bongkar pasang formasi. Bahkan sempat membuat Bimo, dedengkot Netral, cabut dari Netral untuk masuk dalam formasi Dewa terbaru walaupun tidak bertahan lama.

4. Slank – Minoritas

Album4Album terakhir untuk formasi Slank yg lama. Terdiri dari Kaka, Bim Bim, Pay, Bonky, Indra. Formasi yg paling gw rasa paling pas untuk menggambarkan Slank itu sendiri. Digeber diawal album dengan Tut Wuri Handayani, disambung Bang Bang Tut yg Rock N Roll abis, lagu2 seperti Pak Tani, Gemerlap Kota, Suku Benalu, dll layak membuat album ini dikenang para Slankers sebagai album paling Rock N Roll Slank yg terakhir. Maaf untuk formasi Slank sekarang, walopun blom bisa menandingi formasi lama, tapi paling tidak udah lebih baik dari pada formasi ‘darurat’ di album Lagi Sedih.

3. Dewa 19 – Terbaik Terbaik

Album3Tak disangkal lagi, bagi Dewa 19, sangat sulit untuk mengulang kehebatan karya di album Terbaik-Terbaik ini. Apalagi di formasi terbaru, semakin sulit tampaknya. Album ini bisa dibilang maha karya dari Dewa 19. Lagu seperti Restoe Boemi, Cukup Siti Nurbaya, Satu Hati, Terbaik Terbaik, Hanya Satu, manusia Biasa, Hitam Putih, Jalan Kita Masih Panjang, Jangan Pernah Mencoba, dan ballads Cinta Kan Membawamu Kembali benar2 membuat satu album ini memiliki daya magis yg luar biasa pemirsa. Dhani dengan gagah berani menjadi produser album ini dan mematri musik yg Dewa Banget di album ini. Mungkin efek dari heroin dan ganja yg dikonsumsi seluruh personel Dewa (kecuali Andra) saat penggarapan album ini? Who knows..

2. KLa Project – KLakustik

Album2Gedung Kesenian Jakarta 11 Maret 1966, KLa Project membuat gebrakan di puncak masa jayanya dengan membuat album rekaman live pertama di Indonesia. Klakustik yg merupakan pentas konser tunggal mereka versi akustik membius penonton disana. Bahkan hipnotis mereka terus berlanjut dalam versi album pementasan ini. gw yg tidak hadir disana serasa ikut terbuai kemegahannya. Gerimis, Terpurukku Disini, salamku Sahabat, dan yg paling membuat merinding adalah saat lagu Yogyakarta dimainkan.. Salut buat Katon Bagaskara, Adi Adrian, dan Lilo. gwng setelah album ini Kla mulai menunjukkan penurunan yg ditandai dengan mulai amblesnya penjualan album mereka. Terakhir, Lilo memutuskan cabut dari band, menyebabkan band ini kehilangan nyawanya..

1. Various Artists – OST Badai Pasti Berlalu

Album1Tak diragukan lagi pemirsa, album ini adalah album Indonesia terbaik sepanjang masa. Angin Malam, Baju Pengantin, Serasa, Khayalku, Pelangi, Angin Malam, Merpati Putih, Badai Pasti Berlalu, pokoknya semua lagu yg ada di album ini sangat luar biasa. Tidak ada satupun yg membosankan. Bahkan setelah filmnya di-remake sekaligus album soundtracknya pada tahun 2007, hasilnya tetap luar biasa. Ari Lasso, Andy /rif, Astrid, dan kawan2 gw rasa sukses membawa kejayaan dan kemegahan album ini. Angkat gelas untuk Badai Pasti Berlalu.. Khusus untuk album musiknya, ini adalah remake kedua kalinya setelah (alm) Chrisye meremake album ini pada tahun 90an. Remake ini juga yg membuat gw penasaran dengan versi aslinya dan kemudian berburu albumnya.

 

Nominasi lain: My Diary – Mocca, Titik Cerah – Naif, Andai Aku Besar Nanti – Sherina, MK II – Puppen, 3/4 – Gigi, OST Alexandria – Peterpan, IndieVduality – PAS, Radja – /rif
Itulah review gw sebagai penikmat musik pemirsa, bila ada tanggapan atau pendapat lain, dipersilakan..

 

 

 

 

 

Be Sociable, Share!

Got anything to say? Go ahead and leave a comment!